PEREKONOMIAN INDONESIA
Sistem perekonomian
adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya
yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.
Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya
adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor
produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki
semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di
pegang oleh pemerintah.
Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem
tersebut.
Di Indonesia adalah
salah satu contoh negara yang menganut sistem ekonomi campuran. Negara kita
menggunakan perencanaan yang terpusat seperti halnya sistem ekonomi komando,
namun pengalokasian sumber daya tetap diserahkan kepada kekuatan pasar.
Penguasaan aset juga dibedakan berdasarkan kepentingannya. Untuk faktor
produksi yang berkaitan dengan kepentingan rakyat banyak dikuasai oleh negara,
sedangkan untuk faktor produksi yang tidak terlalu berkaitan dengan kepentingan
masyarakat banyak boleh dimiliki oleh swasta ( perorangan ).
- Keadaan Perekonomian Indonesia Sebelum Orde Baru
Pada masa ini, sistem
ekonomi Indonesia ditujukan pada pembangunan dalam segala bidang namun dalam
kenyataannya perekonomian Indonesia malah semakin parah karen KKN. Setelah
kemerdekaan kondisi perekonomian Indonesia sangat buruk, terjadi inflasi yang
sangat tinggi. Dan dalam perkembangan pada masa sistem ekonomi orde lama
terdiri dari 3 perkembangan masa yaitu :
1. Masa Pasca
Kemerdekaan ( 1945-1950 )
Pada masa awal
kemerdekaan keadaan ekonomi dan keuangan sangat buruk, yang disebabkan oleh :
·
Inflasi yang sangat tinggi, terjadi inflasi yang
sangat tinggi karena ada 3 mata uang yang berlaku di Indonesia yaitu De
Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan
Jepang.
·
Panglima AFNEI
( Allied forces for Netherlands east indies ) mengumumkan berlakunya uang NICA
di daerah-daerah yang dikuasai sekutu.
·
Dan pada bulan oktober 1946 pemerintah RI
mengeluarkan uang kertas baru yaitu ORI ( Oeang Republic Indonesia )
sebagai pengganti uang jepang.
Adapun usaha yang
dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi, ialah :
·
Program Pinjaman Nasional
Dilaksanakan
oleh menteri keuangan Ir.Surachman dengan persetujuan BP-KNIP, dilakukan pada
bulan juli 1946.
·
Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke
India, mengadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan menembus blokade
Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.
·
Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk
memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi
yang mendesak, yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan, masalah
sandang, serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.
·
Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi )
19 januari 1947.
·
Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang
(Rera ) 1948, mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang
produktif.
2. Masa Demokrasi
Liberal (1950-1957)
Masa demokrasi liberal
adalah masa dimana dalam politik maupun sistem ekonominya menggunakan
prinsip-prinsip liberal. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori-teori
mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez passer. Padahal pengusaha
pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi,
terutama pengusaha China. Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi
perekonomian Indonesia yang baru merdeka.
3. Masa Demokrasi
Terpimpin ( 1959-1967 )
Sebagai akibat dari
dekrit presiden 5 juli 1959, maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi
terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (
segala-galanya diatur oleh pemerintah ) . dengan sistem ini, diharapkan akan
membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, politik, dan
ekonomi ( Mazhab Sosialisme ). Akan tetapi, kebijakan-kebijakan ekonomi yang
diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi
Indonesia.
Kesimpulannya pada
masa sebelum orde baru ini terjadinya inflasi yang sangat tinggi dan juga
dikarenakan adanya mata uang yang beredar dimasyarakat Indonesia sangat banyak.
Dan disamping itu juga keadaan Indonesia pada saat itu juga adanya penjajahan
dari negara asing jadinya perekonomian Indonesia sangat terpuruk.
- Keadaan Perekonomian Indonesia pada saat Demokrasi Ekonomi
Demokrasi Ekonomi
biasa juga disebut dengan Sistem Ekonomi Pancasila ( SEP ). Sistem ekonomi
pancasila mengambil beberapa kelebihan serta berusaha mengurangi kelemahan dari
sistem ekonomi kapitalis dan ekonomi sosialis. Negara menguasai dan mengatur
aset atau faktor produksi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat ( contoh
: pelabuhan, air minum , listrik , kereta api ), namun sektor swasta juga
diberi kesempatan berusaha dibidang lain yang tidak dikuasai pemerintah.
Ciri Ekonomi
Pancasila :
1. Peranan negara
tetap penting meskipun tidak terlalu besar, seperti dalam perekonomian komando.
Seperti halnya peranan negara, peranan swasta juga cukup besar meskipun tidak
terlalu mendominasi, seperti halnya di perekonomian liberal. Sistem Ekonomi
Pancasila menyeimbangkan antara peranan swasta dan peranan pemerintah sehingga
masing-masing dapat maju dan berkembang.
2. Sistem
ekonomi tidak di dominasi dengan buruh ( seperti sosialis ) maupun modal (
seperti kapitalis ) melainkan didasarkan atas asa kekeluargaan.
3. Produksi dikerjakan
oleh semua pihak dengan diawasi anggota masyarakat.
4. Negara menguasai
bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dan dipergunakan untuk
menciptakan kemakmuran bagi rakyatnya.
Jadi, dalam sistem
Ekonomi Pancasila harus dihindarkan sistem ekonomi liberal yang bebas maupun
sistem ekonomi komando. Sistem ekonomi yang liberal akan menyebabkan
eksploitasi atau pemerasan kepada manusia. Selain itu, dapat memunculkan
persaingan yang tidak sehat, seperti monopoli atau pemusatan kegiatan ekonomi
hanya pada kelompok masyarakat tertentu saja. Sebaliknya, sistem komando akan
mematikan sektor swasta karena peran negara yang terlalu besar.
PEREKONOMIAN INDONESIA
PADA MASA ORDE BARU DAN SETELAH ORDE BARU
Keadaan Ekonomi pada
masa Orde Baru
· -
Supersemar merupakan surat perintah yang dikeluarkan
pada tanggal 11 maret 1966. Surat peritah itu dibuat oleh Presiden Soekarno
kepada Letjen Soeharto.
· -
Untuk memulihkan keadaan setelah peristiwa G 30 S/PKI
pemerintah membuat surat perintah sebelas maret yang dikenal dengan istilah
Supersemar.
· -
Pada masa Orde Baru , pemerintah melaksanakan
pembangunan untuk menata kehidupan masyarakat.
·
Dengan pembangunan tersebut , tercapai kemajuan dalam
berbagai bidang.
·
Namun keberhasilan tersebut tidak diimbangi dengan
fondasi yang kokoh.
·
Akibatnya ketika diterpa krisis moneter , ekonomi
Indonesia mudah rapuh.
·
Dan Supersemar merupakan tonggak lahirnya Orde Baru.
·
Penerapan ekonomi terpimpin pada masa orde lama
ternyata telah menyebabkan perekonomian Indonesia sangat buruk.
·
Pada masa Orde Baru pemerintah melaksanakan
pembangunan di berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesejahteraan
rakyat, politik, dan pertahanan keamanan.
·
Sesuai dengan Tap MPRS No. XIII/MPRS/1966, pemerintah
memproritaskan pada pencukupan sandang dan pangan , pengendalian inflasi,
rehabilitasi prasarana ekonomi, dan peningkatan ekspor.
·
Pada masa Orde Baru pertanian adalah basis
perokonomian Indonesia.
·
Dengan mengandalkan devisa dari ekspor, kredit luar
negeri , dan badan keuangan internasional IMF perekonomian Indonesia mencapai
kemajuan..
·
Namun pertumbuhan ekonomi tidak dibarengi dengan
pemerataan dan landasan ekonomi yang mantap sehingga ketika terjadi krisis
ekonomi Indonesia tidak mampu bertahan sebab ekonomi Indonesia dibangun dengan
fondasi yang rapuh
Jadi kesimpulannya
pada masa Orde Baru perekonomian Indonesia sangat rapuh karena pertumbuhan
ekonomi tidak dibarengi dengan landasan ekonomi yang mantap. Hal itu
mengakibatkan pada krisis ekonomi dunia ekonomi Indonesia tidak mampu bertahan
sebab fondasi ekonomi Indonesia dibangun dalam fondasi yang rapuh.
Perekonomian
Indonesia Setelah Orde Baru
Iklim kebangsaan
setelah Orde Baru menunjukan suatu kondisi yang sangat mendukung untuk memulai
dilaksanakannya sistem ekonomi yang sesungguhnya diinginkan rakyat Indonesia.
Setelah melalui masa-masa penuh tantangan pada periode 1945 sampai periode
1965, semua tokoh negara yang duduk dalam pemerintahan sebagai wakil rakyat
sepakat untuk kembali menempatkan sistem ekonomi kita pada nilai-nilai yang
telah tersirat dalm UUD 1945. Dengan demikian sistem demokrasi ekonomi dan sistem
Pancasila kembali satu-satunya acuan bagi pelaksanaan semua kegiatan ekonomi
selanjutnya.
Awal Orde Baru di
warnai dengan masa-masa rehabilitasi, perbaikan hampir diseluruh sektor
kehidupan, tidak terkecuali sektor ekonomi. Rehabilitasi ini terutama ditujukan
untuk:
·
Membersihkan segala aspek kehidupan dari sisa-sisa
paham dan sistem perekonomian yang lama.
·
Menurunkan dan mengendalikan laju inflasi yang saat
itu sangat tinggi, yang berakibat terhambatnya proses penyembuhan dan
peningkatan kegiatan ekonomi secara umum.
Sumber: