I. SISTEM
EKONOMI SOSIALIS
Dalam
sistem ekonomi sosialis, sumber daya ekonomi atau factor produksi diklaim
sebagai milik negara. Sistem ini lebih menekankan pada kebersamaan masyarakat
dalam menjalankan dan memaukan perekonomian. Imbalan yang diterima berdasarkan
pada kebutuhannya, bukan berdasarkan asa yang dicurahkan. Prinsip “keadilan”
yang dianut oleh sistem ekonomi sosialis ialah “setiap orang menerima imbalan
yang sama”. Dalam sistem ekonomi sosialis, campur tangan pemerintah sangat
tinggi. Justru pemerintahlah yang menentukan dan merencanakan tiga persoalan
pokok ekonomi (what, how, for whom).
Sistem
ekonomi sosialisme sebenarnya cukup sederhana. Berpijak pada konsep Karl Marx
tentang penghapusan kepimilikan hak pribadi, prinsip ekonomi sosialisme menekankan
agar status kepemilikan swasta dihapuskan dalam beberapa komoditas penting dan
menjadi kebutuhan masyarakat banyak, seperti air, listrik, bahan pangan, dan
sebagainya
Ciri-Ciri Sistem
Perekonomian Sosialis :
·
Semua sumber produksi adalah milik masyarakat individu.
·
Masyarakat diberi
kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.
·
Pemerintah tidak ikut
campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.
·
Masyarakat terbagi
menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan
masyarakat pekerja (buruh).
·
Timbul persaingan
dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan.
·
Kegiatan selalu
mempertimbangkan keadaan pasar.
·
Pasar merupakan dasar
setiap tindakan ekonomi.
·
Biasanya barang-barang
produksi yang dihasilkan bermutu tinggi
Kelebihan Sistem Sosialis:
·
Disediakannya kebutuhan pokok.
·
Setiap warga Negara disediakan kebutuhan pokoknya,
termasuk makanan dan minuman, pakaian, rumah, kemudahan fasilitas kesehatan,
serta tempat dan lain-lain. Setiap individu mendapatkan pekerjaan dan orang
yang lemah serta orang yang cacat fisik dan mental berada dalam pengawasan
Negara.
·
Didasarkan perencanaan Negara.
·
Semua pekerjaan dilaksanakan berdasarkan perencanaan
Negara Yang sempurna, diantara produksi dengan penggunaannya. Dengan demikian
masalah kelebihan dan kekurangan dalam produksi seperti yang berlaku dalam
System Ekonomi Kapitalis tidak akan terjadi.
·
Produksi dikelola oleh Negara
·
Semua bentuk produksi dimiliki dan dikelola oleh
Negara, sedangkan keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk
kepentingan-kepentingan Negara.
Kelemahan Sistem Sosialis:
·
Sulit melakukan transaksi.
·
Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu
yang terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik
pribadi hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali. Jual beli sangat
terbatas, demikian pula masalah harga juga ditentukan oelh pemerintah, oelh
karena itu stabilitas perekonomian Negara sosialis lebih disebabkan tingkat
harga ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oelh mekanisme pasar.
·
Membatasi kebebasan.
·
System tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan
diri sendiri, kewibawaan individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan
berfikir serta bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini
terikat kepada system ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang
memaksanya bekerja seperti mesin.
·
Mengabaikan pendidikan moral.
· Dalam system ini semua kegiatan diambil alih untuk
mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidika moral individu diabaikan. Dengan
demikian, apabila pencapaian kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan
nlai-nilai moral tidak diperhatikan lagi.
II. Sistem Ekonomi Kapitalis
Kapitalisme
adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap
orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, manjual barang, menyalurkan
barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian
untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang
berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.
Dalam
perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai
dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh
laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas malakukan kompetisi untuk memenangkan
persaingan bebas dengan berbagai cara.
Ciri-ciri sistem ekonomi Kapitalis :
- Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
- Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
- Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri
- Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme).
Kelebihan dari sistem kapitalisme
a. Lebih
efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.
b. Kreativitas
masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang
terbaik dirinya.
c. Pengawasan
politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih
kecil.
Kelemahan dari sistem kapitalisme
a. Tidak
ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan
monopolistik.
b. Sistem
harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya
faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan
lain-lain).
KESIMPULAN
Kesimpulan
dari bahasan kita tadi adalah teori ekonomi manapun mempunyai tujuan utama agar
terciptanya kesejahteraan bagi masyarakat. Ekonomi kapitalis mencoba membuat
kesejahteraan ada di tangan individu yang bersifat liberal, dimana mereka
menyerahkan semuanya pada mekanisme pasar yang ternyata mereka mampu
menciptakan kesejahteraan.
Tapi,pada hakikatnya mereka hanya sekedar
mengenyangkan perut segelintir orang dan belum mendapatkan kesejahteraan yang
sesungguhnya bagi masyarakat luas. Lalu munculah pola ekonomi baru yang di
sebut sebagai sosialis sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap ekonomi
kapitalis,dimana pada akhirnya system yang berbau secular itu justru tumbang
(uni soviet, Yugoslavia).
Sumber:
https://kinanzahirah.wordpress.com/2012/05/23/perbedaan-sistem-ekonomi-sosialis-kapitalis-dan-islam/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar